Pustaka arsitektur lokal Jawa Timur. — pandangan arsitektur 1
Pustaka arsitektur lokal Jawa Timur. — pandangan arsitektur 2
Pustaka arsitektur lokal Jawa Timur. — pandangan arsitektur 3
MASUK KE GAGASAN

ARSITEKTUR LOKAL · JAWA TIMUR

Pustaka arsitektur lokal Jawa Timur.

Pengetahuan umum diuji kembali terhadap manusia, tapak, iklim, pembangunan, dan umur bangunan.

Pilih pustaka wilayah.

Jawa Timur dibaca melalui 38 kota dan kabupaten serta 664 kecamatan dalam snapshot administratif lokal. Setiap tapak tetap memerlukan pemeriksaan tersendiri.

24 PEMBAHASAN

Kota Batu

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Blitar

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Kediri

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Madiun

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Malang

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Mojokerto

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Pasuruan

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Probolinggo

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kota Surabaya

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Bangkalan

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Banyuwangi

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Blitar

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Bojonegoro

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Bondowoso

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Gresik

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Jember

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Jombang

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Kediri

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Lamongan

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Lumajang

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Madiun

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Magetan

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Malang

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Mojokerto

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Nganjuk

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Ngawi

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Pacitan

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Pamekasan

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Pasuruan

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Ponorogo

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Probolinggo

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Sampang

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Sidoarjo

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Situbondo

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Sumenep

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Trenggalek

orientasi, keteduhan, pengelolaan air, dan kemungkinan rumah bertumbuh

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Tuban

hubungan bangunan dengan jalan dan tetangga, ventilasi, serta ruang terbuka yang terukur

Buka pustaka lokal →
24 PEMBAHASAN

Kabupaten Tulungagung

efisiensi tata ruang, pencahayaan alami, privasi, dan pengendalian panas

Buka pustaka lokal →